Hubungan softskill dengan tindakan korupsi

Rabu, 05 Mei 2010

Jika ditanya hubungan, jawabannya adalah pasti. Mengapa demikian? . Soft skill sendiri merupakan keahlian yang dimiliki seseorang dalam kehidupan sehari-hari terutama di bidangnya ataupun penunjangnya. Namun, seringkali keahlian yang dimilikinya disalahgunakan dengan sesuatu yang dapat merugikan orang lain. Nah, disinilah hubungan antara soft skill dan perilaku korupsi terbentuk.

Umumnya, orang melakukan korupsi ada 3 faktor yaitu : kebutuhan hidup, kesempatan, dan kemampuan. 3 hal tersebut adalah mesin gerak perilaku korupsi akan berjalan. Kebutuhan hidup yang semakin hari semakin menggunung tak pelak membuat otak manusia memutar otak untuk mencari solusi guna mencukupinya. Namun, pada tahap ini, perilaku korupsi kecil kemungkinan terjadi karena rakyat indonesia khususnya lebih memilih untuk berhutang kepada orang. Jika hutangpun tak bisa dilalui, maka jalan pintaspun terpaksa akan dilakukan seperti mencuri dan korupsi. Wajar, mengingat kapasitas yang akan merugi sedikit. Pada tahap kedua, yaitu kesempatan. Kapasitas yang akan merugipun akan semakin meningkat jika sesorang melakukan korupsi mempunyai kesempatan untuk melakukannya. kesempatan akan memudahkan pelaku korupsi melakukan aksinya lebih sering. Akibatnya, orang-orang yang merugi karena ulahnya semakin hari semakin besar dan meluas. Namun, dalam tahap ini, masih ada kelemahan, jika teknik korupsi yang dilakukan hanya mengandalkan kesempatan saja karena seiring waktu juga, orang akan merasa curiga dan mengetahuinya.


Pada hal ketiga, yaitu kemampuan. Mungkin, Gayus Tambunan sosok paling tersohor di media massa saat ini mempunyai 2 hal yang utama diatas, kesempatan dan kemampuan. Dengan kesempatan yang terbuka lebar, kemampuan Gayus untuk menyelewengkan pajak menyokong keberhasilannya dalam mengerok uang negara sebanyak-banyaknya. Jumlah yang dibawa pulangpun tak tanggung-tanggung, 26 Milyar rupiah. Bayangkan, jika seorang Gayus pun bisa mengambil uang sebesar itu, berapa banyak uang negara yang akan terkuras jika banyak Gayus baru bermunculan.

Intinya, tulisan ini menginspirasikan kita untuk menggunakan soft skill yang kita miliki dengan sebaik-baiknya dalam hal positif. Seberat apapun kehidupan di dunia, semuanya hanya sementara. Yang seharusnya kita kejar adalah kehidupan akhirat yang kekal dan abadi.

0 komentar:

Posting Komentar